Total Tayangan Halaman

Sabtu, 02 Oktober 2010

Evaluasi Sosial Dasar(Sosiologi)

6.2 Evaluasi

1.Jelaskan pengertian sosiologi menurut pandangan saudara,berdasarkan pendapat-pendapat tentang sosiologi dari beberapa pendapat pakar sosiologi yang telah kalian pelajari?

Jawab : Sosiologi termasuk kelompok ilmu-ilmu social yang disebut juga sebagai ilmu kemasyarakatan dan termasuk ilmu yang masih muda usianya dan beberapa pakar memberikan definisi tentang sosiologi sebagai berikut :
a. Roucek dan Warren mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok.
b. William F. Ogburn dan Meyer F. nimkoff mengatakan bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya yaitu organisasi social.
c. Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
- Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial
-Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial
dan nonsosial, misalnya gejala geografis,gejala biologis, dan sebagainya
- ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala social

2.Jelaskan mengapa sosiologi di kategorikan dalam kelompok ilmu sosial?

Jawab : karena sosiologi adalah ilmu social yang murni,abstrak,rasional,dan empiris,bersifat umum serta berusaha mencari pengertian umum.

3.Jelaskan perbedaan bahasan antara sosiologi dengan ekonomi,atau ilmu politik yang juga termasuk di dalam lingkup ilmu-ilmu sosial?

Jawab : perbedaan antara sosiologi dengan ekonomi karena pada hakikatnya ilmu ekonomi mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan material dari bhn-bahan yang terbatas ketersediaannya.
Dan jika ilmu politik yaitu ilmu yang mempelajari satu sisi kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan,yakni upaya memperoleh kekuasaan,mempertahankan kekuasaan,penggunaan kekuasaan,bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan,dan sebagainya.

4.Sebut dan jelaskan empat sifat dari ilmu pengetahuan secara terperinci .

Jawab : Logis atau masuk akal, yaitu sesuai dengan logika atau aturan berpikir yang ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Definisi, aturan, inferensi induktif, probabilitas, kalkulus, dll. merupakan bentuk logika yang menjadi landasan ilmu pengetahuan. Logika dalam ilmu pengetahuan adalah definitif. Obyektif atau sesuai dengan fakta. Fakta adalah informasi yang diperoleh dari pengamatan atau penalaran fenomena.
Obyektif dalam ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.
Sistematis yaitu adanya konsistensi dan keteraturan internal. Kedewasaan ilmu pengetahuan dicerminkan oleh adanya keteraturan internal dalam teori, hukum, prinsip dan metodenya. Konsistensi internal dapat berubah dengan adanya penemuan-penemuan baru. Sifat dinamis ini tidak boleh menghasilkan kontradiksi
Akumulatif. Ilmu pengetahuan merupakan himpunan fakta, teori, hukum, dll. yang terkumpul sedikit demi sedikit. Apabila ada kaedah yang salah, maka kaedah itu akan diganti dengan kaedah yang benar. Kebenaran ilmu bersifat relatif dan temporal, tidak pernah mutlak dan final, sehingga dengan demikian ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.


5.Obyek dari sosiologi adalah masyarakat.Coba jelaskan masyarakat dari sudut pandang yang bagaimana yang menjadi obyek dari sosiologi?

Jawab : Salah satu contohnya yaitu masyarakat yang modern.
Tanda-tanda masyarakat modern ialah tumbuhnya ilmu pengetahuan baru dan adanya kemampuan manusia dalam memahami rahasia alam yang semakin meningkat dan dapat menerapkan pengetahuan dalam berbagai kegiatan.

6.Masyarakat sebagai suatu system yang terwujud dari kehidupan bersama manusia,tentunya memiliki ciri-ciri pokok agar dapat di sebut sebagai suatu masyarakat.sebutkan ciri-ciri pokok dari masyarakat tersebut?

Jawab : sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

7.Untuk mempelajari objeknya,sosiologi memiliki metode-metode atau cara kerja yang dapat di pakai,di antaranya adalah metode kualitatif dan kuantitatif.Jelaskan kedua metode tersebut,serta bagaimana penerapannya untuk mempelajari sosiologi?

Jawab : Metode kualitatif mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan hasil penelitian berdasarkan penilaian dan pemaknaan terhadap data yang diperoleh.
Metode kualitatif ada 2 macam yaitu metode historis dan metode komparatif.
a.metode historis merupakan penelitian yang analisis datanya didasarkan pada peristiwa-peristiwa masa lampau untuk mengetahui kejadian saat ini.
b.metode komparatif adalah penelitian dengan membandingkan antara kondisi masyarakat satu dengan yang lain,dengan maksud untuk mengethui perbedaan dan persamaan,disamping untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kondisi masyarakat yang demikian.

Metode kuantitatif adalah cara penelitian yang dalam analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Gejala yang diteliti dan diukur dengan skala,indeks,table,atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik.

8.Metode fungsionalisme juga sering di gunakan oleh sosiologi,mengapa metode ini di gunakan oleh sosiologi?

Jawab: karena metode fungsional bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur social dalam masyarakat.

Selasa, 11 Mei 2010

Resensi novel sekigahara

S E K I G A H A R A

Perang Besar Penentu Pemimpin Jepang

Judul Buku : Sekigahara : Perang Besar Penentu Pemimpin Jepang

Kategori : Fiksi

ISBN : 978-979-1032-29-2

Ukuran : 13.5 X 20.5 Cm

Halaman : 224 halaman

Cover : Soft Cover

Penerbit : Penerbit BukuKatta

Terbit : 2010

Harga : Rp.33.300

Penulis buku ini, Dozi Swandana, sangat mengenal sekali tokoh-tokoh sejarah Jepang. Hal ini bisa dilihat dari caranya mengisahkan cerita fiksi dalam buku ini yang mengesankan seolah-olah kita sedang membaca cerita sejarah Jepang yang sesungguhnya. Pria kelahiran Surabaya yang lahir tepat di hari pahlawan tesebut memang sangat menyukai kultur Jepang. Ia begitu pandai mengolah latar belakang sejarah Jepang menjadi kisah fiksi heroik yang menarik. Tentu saja ia pantas melakukannya, mengingat latar belakang pendidikannya sebagai lulusan terbaik Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 dengan nilai IPK tertinggi.

Novel bersampul merah, bergambar seorang panglima perang, lengkap dengan baju kebesarannya yang sedang menghunus pedang, dengan latar belakang suasana pertempuran sudah menggoda kita untuk membacanya. Buku yang terdiri dari 9 bab tersebut banyak mengupas riwayat berdirinya dinasti Shogun Tokugawa sampai terjadinya pertempuran besar Sekigahara. Membaca buku ini serasa kita masuk ke abad 15 dengan latar budaya Jepang, lengkap dengan berbagai intrik politik, tipu daya dan kekuasaan para klan yang berkuasa.

Pada tiga bab awal, pembaca akan disuguhi latar belakang sejarah awal terjadinya pertempuran Sekigahara, jauh sebelum pertempuran itu terjadi. Hal ini dimulai dengan kehadiran Oda Nobunaga, seorang bushi dan daimyo yang begitu kuat dan haus kekuasaan. Bahkan ia harus tega menghabiskan siapa saja yang menjadi penghalangnya, termasuk memenggal kepala adiknya sendiri, Nobuyuki, yang ditunjuk almarhum ayahnya sebagai penerus klan Oda Nobuhide. Berkat keberanian dan kecerdikannya, Nobunaga dibantu tangan kanannya, Toyotomi Hideyoshi , berhasil menguasai sebagian besar wilayah Jepang dengan kecerdikan dan kekuatan pedangnya.

Kekuasaan dan kejayaan tak ada yang abadi, begitu pula nasib yang menimpa Oda Nobunaga. Ia dikalahkan dalam sebuah pertempuran yang tidak seimbang, akibat jebakan maut yang sudah direncanakan anak buahnya sendiri, Akechi Mitsuhide, yang mengkhianatinya. Ia akhirnya menelan pil pahit dan terpaksa melakukan seppuku dihadapan Akechi Mitsuhide yang kerap kali dihinanya tersebut.

Sepeninggal Oda Nobunaga, kekuasaan berpindah ke tangan Toyotomi Hideyoshi. Tangan kanan Nobunaga ini berhasil menumpas pemberontakan Akechi Mitsuhide sekaligus membunuhnya melalui pedangnya sendiri. Banyak konflik yang harus diselesaikan Hideyoshi sejak kematianl tuannya tersebut, termasuk harus berperang dengan rekannya sendiri Shibata Katsuie yang tidak sependapat dengannya mengenai siapa yang pantas menggantikan Oda Nobunaga. Perseteruan yang berlangsung dengan peperangan tersebut dimenangkan oleh Hideyoshi, sedangkan Katsuie harus rela mengakhiri sendiri hidupnya dengan melakukan seppuku.

Kejayaan Toyotomi Hideyoshi juga tidak berlangsung lama. Sejak menyerang Jasoen pada tahun 1597, ia terserang penyakit yang berbahaya. Menyadari kalau hidupnya akan berakhir, ia menunjuk Tokugawa Ieyasu dan anaknya yang masih kecil, Toyotomi Hideyori sebagai pelaksana tugas sehari-hari. Pada tanggal 18 September 1598 Hideyoshi menghembuskan nafasnya yang terakhir di istana Fushimi.

Sejak kematian Hideyoshi, timbul perpecahan dikalangan anggota Go Tairo (Dewan Lima Menteri Senior). Mereka tidak sependapat mengenai siapa yang pantas berkuasa meneruskan pengganti Hideyoshi. Perseteruan keras terjadi antara Maeda Toshiie melawan Tokugawa Ieyasu yang menyebabkan salah seorang anggota Go Tairo tewas karena berusaha melerai pertikaian keduanya.

Secara diam-diam, Tokugawa Ieyasu berhasil menghasut Maeda Toshinaga yang tak lain adalah anak kandung Maeda Toshiie untuk membunuh ayahnya sendiri. Perbuatan ini bisa berhasil lantaran iming-iming hadiah yang dijanjikan Tokugawa terhadapnya. Kematian Maeda Toshiie yang misterius ternyata tidak membuat pertikaian tersebut berakhir, bahkan semakin menjadi bertambah runcing. Hal ini disebabkan adanya pengikut Hideyoshi lainnya yaitu Ishida Mitsunari yang juga sama-sama sebagai anggota Go Tairo. Mitsunari tidak sepaham dengan sepak terjang Tokugawa Ieyasu selama ini yang cenderung arogan dan otoriter. Perseteruan inilah yang kelak melahirkan pertempuran besar Sekigahara.

Pada tanggal 15 September 1600 Ishida Mitsunari secara resmi menantang Tokugawa Ieyasu yang dianggapnya diktator dan memerintah dengan tangan besi untuk bertempur dengannya di lembah Sekigahara, distrik Fuwa, Provinsi Mino, Jepang. Itulah sebabnya pertempuran yang sangat menentukan siapa penguasa yang paling berjaya dan pantas berkuasa selanjutnya disebut sebagai pertempuran Sekigahara atau dikenal juga dengan istilah Tenka Wakeme no Tatakai.

Siapa sajakah orang-orang yang berpihak ke masing-masing kubu dalam pertempuran sekigahara ? Siapa sesungguhnya Ishida Mitsunari yang begitu berani melawan Tokugawa Ieyasu yang terkenal kejam dan haus kekuasaan ? Siapa sajakah pihak-pihak yang ketika terjadi pertempuran justru berkhianat dan membelot ke kubu lawannya ? Bagaimana pula akhir dari pertempuran sekigahara yang dahsyat tersebut ? Siapakah yang keluar sebagai pemenangnya ? Bagaima pula nasib pihak-pihak yang kalah dalam pertempuran tersebut, apakah mereka diampuni atau justru dihukum mati ?

Anda mau tahu jawabannya ? Silahkan cari dan dapatkan buku terbitan penerbit bukukatta yang dahsyat tersebut di seluruh jaringan toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko buku klainnya di kota Anda.

Selamat membaca dan semoga terhibur !

Review Buku Four-Strokes performance tuning karya A.Graham Bell

Kendali bibliografi data untuk Tuning Kinerja Empat-stroke

Judul
Four-Stroke performance tuning
Judul tambahan
Sebuah Panduan Praktis
Penulis dan kontributor
Dengan (penulis) A. Graham Bell
Sifat fisik
Format: hardback
Jumlah halaman: 480
Lebar: 169,00 mm
Tinggi: 233,00 mm
Ketebalan: 33,00 mm
Berat: 1266,00 g
ISBN
ISBN 13: 9781844253142
ISBN 10: 1844253147
Klasifikasi
Dewey: 629.2504
Nielsen BookScan Produk Kelas: T12.3
BIC kategori subjek: WGCV
Edisi
3
Edisi pernyataan
3 Edisi Revisi
Ilustrasi catatan
Ilustrasi

Penerbit
Haynes Publishing Group
Nama tercetak
Haynes H J & Co Ltd
Tanggal Publikasi
24 Juli 2006
Publikasi Kota / Negara
Somerset / GB

Catatan biografis
A. Graham Bell adalah seorang ahli yang diakui pada tuning mesin, dengan pengalaman bertahun-tahun dalam bidang ini. Buku-buku lain untuk kredit yang modern Engine Tuning, Two-Stroke Performance Tuning dan Kinerja Turbo Induction Tuning. Dia tinggal di New South Wales, Australia.
Daftar isi
Sepenuhnya direvisi dan diperbarui dengan informasi baru yang lebih ditambahkan. Baru bab-bab di Air Inlet, Bahan Bakar dan Booster Bahan Bakar, dan Manajemen Engine. bab lainnya secara signifikan diperluas dengan materi baru. Menjelaskan dan menganalisis semua wilayah operasi mesin, dari udara dan bahan bakar, melalui karburasi, bahan bakar injeksi, pengapian, pengelolaan mesin, silinder, camshaft dan katup, bagian bawah, sistem pembuangan, untuk pendinginan dan pelumasan. Sepenuhnya menggambarkan seluruh dengan foto-foto baru dan diagram garis.